DAMPAK MEMPELAJARI INTERNET
Mengetahui banyak hal tentang internet,
sama saja kita mengetahui dunia. Yang perlu kita pahami adalah yang ada
di dunia ini yang mendiami bukan hal-hal yang positif saja, tetapi
hal-hal negatif pun ada di dalamya. Karena berbagai macam informasi ada
di internet. Jadi manfaat yang diberikan bagi kita sangat besar, tetapi
tergantung kita bagaimana cara kita mengolah informasih yang kita
dapatkan itu.
1. Dampak Positif
Dampak penggunaan internet
tentunya sangat membantu sekali. Yang terutama dan utama adalah wawasan
kita yang dulunya sempit menjadi luas berkat adanya internet. Kemudian
kemudahan dalam mempelajari berbagai ilmu yang dulunya dianggap mahal
dan tidak bisa didapatkan menjadi muda dipelajari. Selain itu manfaat
dan dampak yang di timbulkan dari mempelajari internet sebagai berikut:
1.
Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang
paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat
berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media
pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world
wide web / jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh
dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3.
Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang
pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting
dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
6.
Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga
tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
2. Dampak Negatif
Rusaknya
anak-anak muda zaman sekarang disebabkan karena mereka tidak bisa
mengontrol hidup mereka. Internet memberikan kebebesan yang
seluas-luasnya untuk anak-anak muda berselancar dan berselami. Internet
mengijinkan kemanapun anda mau melangkah, bahkan memperbolehkan anda
membuka berbagai situs yang jelek (porno) untuk di download dan di
tonton. Dalam hal ini kebebasan anda diuji, apakah dengan kebebasan itu
akan merusak hidup anda ataukah dengan kebebasan itu akan mengarahkan
dan memberikan pelajaran terpenting unutk pengembangan pembelajaran
kemampuan anda. Dalam hal ini andalah yang menentukan arah hidup anda.
Apakah hidupmu mau dirusaki dengan berbagai situs jelek yang ada di
internet, ataukah kamu memilih untuk menghindar. Ada beberapa dampak
negatif yang dapat di timbulkan dari penggunaan internet, seperti;
Pornografi
Anggapan
yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak
salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet,
pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen
browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis
home-page yang dapat di-akses. Di internet terdapat gambar-gambar
pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada
seseorang untuk bertindak.
Violence dan gore
Kekejaman dan
kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia
internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala
macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan
Menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
Penipuan
Hal ini
memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari
serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini
atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi
tersebut.
Carding
Karena sifatnya yang real time (langsung),
cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling
banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling
banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka,
para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu
Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk
selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk
kepentingan kejahatan mereka.
Perjudian
Dampak lainnya adalah
meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak
perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya
perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian
tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
1.
Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan
lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
4.
Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi
dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan
tersebut.
Tampilkan postingan dengan label mustika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mustika. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Mei 2014
Kamis, 29 Mei 2014
BAHAYA MANDI MALAM
Orang tua jaman dulu sering ngomong kalo
“jangan membiasakan diri mandi di malam hari apalagi udara dingin, nanti
bisa rematik loh “. Ungkapan itu berdasarkan pengalaman dan pendapat
orang tua yang telah mengalaminya. Dan dari dasar perbandingan mana yang
lebih suka mandi di malam hari dan tidak. Kesimpulannya, bagi yang
sering mandi di malam hari lebih cepat mengidap penyakit rematik
dibandingkan yang tidak.
Beberapa
ahli kesehatan menyatakan penyakit di bagian sendi di usia lanjut
adalah asam urat. Dan asam urat itu tidak berasal dari air mandi.
Seperti hal ini misalnya, dengan menyiramkan air ke badan waktu malam
hari, anda cuman dapet rasa yang dingin dan basah. Tetapi, apakah dari
dua hal tersebut dapat menimbulkan penyakit rematik di keesokan harinya?
Penyakit
rematik kebanyakan di alami oleh orang – orang yang berusia lanjut
(lansia). Hanya saja, prosesnya ada yang cepat tapi ada juga yang
lambat. Sehingga tidak di pungkiri kita suatu saat nanti kita kana
mengalaminya. Dari segi gizi, punya peranan penting bila ada keluhan di
bagian sendi. Semua bahan makanan kecuali buah – buahan dapat
meningkatkan tingkat kadar asam urat di dalam darah.
Untuk
mandi malam, tidak menyebabkan penyakit rematik. Akan tetapi justru
akan memperberat rasa yang nyeri bagi yang sudah mengidap penyakit
rematik. Jelas, hal ini harus di hindari mandi di malam hari. Kalo ingin
mandi, gunakanlah air yang hangat dan menjaga gizi makanan yang
mengandung protein dan purin.
Jika
kita kekurangan protein, badan akan terasa lemah dan kurang sehat.
Bilaman kita terlalu berlebihan mengkonsumsi protein maka asam urat di
dalam darah kita semakin tinggi. Yang perlu di catat, Untuk usia muda,
hal ini tidak menganggu tapi untuk usia tua jelas jelas sangat menganggu
sekali.
Ada
fakta lain yang perlu di perhatikan, mandi malam dapat mempercepat
penuaan dini. Dikarenakan karena air yang dingin maka tubuh menerimanya
dalam keadaan stress sehingga metabolisme menjadi meningkat dan agar
suhu tubuh yang normal dan aliran darah yang cukup mensuplai oksigen ke
dalam tubuh. Akibatnya, tubuh memerlukan banyak kalori dan oksigen.
Logikanya, Agar cukup akan kebutuhan kalori, maka butuh asupan kalori
yang mampu menimbulkan rasa lapar dan lapar. Akhirnya, agar mencukupi
oksigen orang akan bernafas dengan tempo yang lebih cepat,
Hasil
metabolisme dan makanan yang menghasilkan energi tetap saja jadi
menumpuk dan berubah menjadi oksidan di dalam tubuh. Jika berlanjut
terus menerus hingga bertahun lamanya, maka orang tersebut akan seperti
orang yang sudah tua. Gejalanya adalah sakit sendi. Akan tetapi ini
bukan lah satu penyebab karena bisa jadi dari pekerjaannya, kebiasaan
setiap hari, komplikasi penyakit, keturunan, faktor psikologis dan
eksternal seperti makanan, polusi, tingkat radiasi dan kelembaban.
Selasa, 27 Mei 2014
Bahaya mie instan
Bahaya mie instan
bagi kesehatan tubuh dan kandungan zat yang terdapat didalamnya. Mie
instan merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh sebagian
orang di dunia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Biasanya mie
instan dikonsumsi karena harganya yang murah dan prosesnya yang cepat
dan simple. Namun dibalik rasanya yang enak dan lezat, apakah sahabat
mengetahui bahaya mie instan jika terlalu sering mengkonsuminya setiap
hari.
Untuk itu bagi sahabat yang gemar mengkomsumi mie instan, sebaiknya mulailah untuk mengurangi dan menghindarinya dari sekarang. Karena dibalik kelezatan dan kemudahan dalam mengolahnya, ternyata mie instan mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Seperti resiko terkena usus buntu, kanker dan ginjal. Bahaya apa saja yang dapat diakibatkan mie instan bagi kesekatan ? Mari kita simak selengkapnya dalam artikel berikut ini :
Bumbu mie instan mengandung bahan penyedap rasa MSG (vetsin) yang biasanya terdapat pada media mikrobial yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfunsi untuk mempermentasikan bahan baku vetsin.
- Bahan penambah rasa
Biasanya mie instan tersedia dalam berbagai pilihan rasa yang menggunakan flavor. Bahan inilah yang akan memberi rasa pada mie instan. Pemasalahan yang sebenarnya terdapat pada sumber flavor tersebut. Jika flavor bersumber dari hewan tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya.
Artikel kali ini tidak melarang dan membatasi sahabat untuk mengkonsumsi mie instan, namun jika sahabat ingin mengetahui cara dan menasak mie instan dengan benar. Silahkan ikuti cara memasak mie instan berikut ini :
* Pada saat sedang memasak mie, air rebusan mie tersebut jangan digunakan sebagai kuah mie.
* Sebaiknya air rebusan pertama mie tersebut di buang, kemudian jika sahabat ingin membuat mie kuah, gunakan air panas/hangat lainnya (air termost) yang tidak tercampur dengan mie pada saat memasak.
* Atau masak mie instan sambil diaduk-aduk, kemudian buang air rebusan mie tersebut. Setelah itu masak kembali mie dengan air mendidih yang baru dan masak mie hingga matang dan siap untuk diberi bumbu.
NB : Hal tepenting yang harus anda perhatikan “Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”
Itulah bahaya mie instan bagi kesehatan tubuh. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sahabat dan dapat menambah informasi mengenai bahaya dan cara memasak mie instan dengan benar. Terima kasi dan kurangilah mengkonsumsi mie instan agar terhindar dari penyakit.
Untuk itu bagi sahabat yang gemar mengkomsumi mie instan, sebaiknya mulailah untuk mengurangi dan menghindarinya dari sekarang. Karena dibalik kelezatan dan kemudahan dalam mengolahnya, ternyata mie instan mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Seperti resiko terkena usus buntu, kanker dan ginjal. Bahaya apa saja yang dapat diakibatkan mie instan bagi kesekatan ? Mari kita simak selengkapnya dalam artikel berikut ini :
- Mie Instan Mengandung Lilin
- Mie Instan Mengandung Natrium
- Mie Instan Mengandung Zat-Zat Berbahaya Lainnya
Bumbu mie instan mengandung bahan penyedap rasa MSG (vetsin) yang biasanya terdapat pada media mikrobial yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfunsi untuk mempermentasikan bahan baku vetsin.
- Bahan penambah rasa
Biasanya mie instan tersedia dalam berbagai pilihan rasa yang menggunakan flavor. Bahan inilah yang akan memberi rasa pada mie instan. Pemasalahan yang sebenarnya terdapat pada sumber flavor tersebut. Jika flavor bersumber dari hewan tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya.
Artikel kali ini tidak melarang dan membatasi sahabat untuk mengkonsumsi mie instan, namun jika sahabat ingin mengetahui cara dan menasak mie instan dengan benar. Silahkan ikuti cara memasak mie instan berikut ini :
* Pada saat sedang memasak mie, air rebusan mie tersebut jangan digunakan sebagai kuah mie.
* Sebaiknya air rebusan pertama mie tersebut di buang, kemudian jika sahabat ingin membuat mie kuah, gunakan air panas/hangat lainnya (air termost) yang tidak tercampur dengan mie pada saat memasak.
* Atau masak mie instan sambil diaduk-aduk, kemudian buang air rebusan mie tersebut. Setelah itu masak kembali mie dengan air mendidih yang baru dan masak mie hingga matang dan siap untuk diberi bumbu.
NB : Hal tepenting yang harus anda perhatikan “Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”
Itulah bahaya mie instan bagi kesehatan tubuh. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sahabat dan dapat menambah informasi mengenai bahaya dan cara memasak mie instan dengan benar. Terima kasi dan kurangilah mengkonsumsi mie instan agar terhindar dari penyakit.
Rabu, 21 Mei 2014
Kata-Kata Kocak
"Jika disekelilingmu gelap, maka shalatlah..!
Jika msh gelap, maka tahajudlah...!
Jika msh gelap jg, maka... istighosahlah...!
Dan apabila stlah itu msh gelap, maka... dekatilah org tuamu...! Dan brsujudlah di hadapannya & brkatalah...!
"Emaa, isukan mah mayar listrik atuh ! améh caang''
ORANG PINTAR TIDAK SELALU SUKSES !
banyak sekali org pintar yg menyalahgunakan kepintarannya, seperti korupsi,ddll
maka dari itu jadilah org bodoh
*PEPATAH SENGKLEK :D
sepandai-pandai menaruh
istri muda, selanjutnya
tua juga. :D
Pacar 1 itu wajar..
Pacar 2 kurang ajar..
Pacar 3 harus dihajar..
Kalo ga punya pacar musti belajar..
Kalo putus harus dikejar..
Kalo macem2 harus dicakar..
Kalo selingkuh harus di tampar..
“waah bosen nih hidup di dunia tapi kalau masuk neraka entar ketemu sama ente-ente lg..”
7 penyakit pegawai di indonesia :
1.KUDIS - KUrang DISiplin
2.ASMA - ASal Mengisi Absen
3.TBC - Tidak Bisa Computer
4.KRAM - Kurang teRAMpil
5.ASAM URAT - Asal SAMpai kantor terus URing-2an Atau Tidur
6.GINJAL - Gaji Ingin Naik tapi kerJAnya Lamban
7.PUCAT - PUlang CepAT
Jika msh gelap, maka tahajudlah...!
Jika msh gelap jg, maka... istighosahlah...!
Dan apabila stlah itu msh gelap, maka... dekatilah org tuamu...! Dan brsujudlah di hadapannya & brkatalah...!
"Emaa, isukan mah mayar listrik atuh ! améh caang''
ORANG PINTAR TIDAK SELALU SUKSES !
banyak sekali org pintar yg menyalahgunakan kepintarannya, seperti korupsi,ddll
maka dari itu jadilah org bodoh
*PEPATAH SENGKLEK :D
sepandai-pandai menaruh
istri muda, selanjutnya
tua juga. :D
Pacar 1 itu wajar..
Pacar 2 kurang ajar..
Pacar 3 harus dihajar..
Kalo ga punya pacar musti belajar..
Kalo putus harus dikejar..
Kalo macem2 harus dicakar..
Kalo selingkuh harus di tampar..
“waah bosen nih hidup di dunia tapi kalau masuk neraka entar ketemu sama ente-ente lg..”
7 penyakit pegawai di indonesia :
1.KUDIS - KUrang DISiplin
2.ASMA - ASal Mengisi Absen
3.TBC - Tidak Bisa Computer
4.KRAM - Kurang teRAMpil
5.ASAM URAT - Asal SAMpai kantor terus URing-2an Atau Tidur
6.GINJAL - Gaji Ingin Naik tapi kerJAnya Lamban
7.PUCAT - PUlang CepAT
PUISI
JASA TAK TERLUPAKAN
Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah
Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan
Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek
Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku
Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu
Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah
Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan
Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek
Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku
Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu
Senin, 19 Mei 2014
KEAJAIBAN DOA
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah yang telah memerintahkan agar berdoa kepada-Nya,
dan berjanji mengabulkannya. Allah berfirman, artinya, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Qs. al-Mukmin: 60).
Shalawat dan salam kepada Rasul-Nya yang telah bersabda,
إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ
“Sesungguhnya doa berguna untuk sesuatu yang telah dan akan terjadi, karena itu hendaklah kalian berdoa wahai hamba-hamba Allah.” (HR. at-Tirmidzi).
Berikut ini adalah 4 kisah tentang keajaiban sebuah doa dan beberapa pelajaran penting di dalamnya.
1. Turun Hujan
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam manusia tertimpa paceklik. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam
sedang memberikan khutbah pada hari Jum’at, tiba-tiba ada seorang Arab
badui berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa
dan telah terjadi kelaparan, berdoalah kepada Allah untuk kami.” Beliau
lalu mengangkat kedua telapak tangan untuk berdoa, dan saat itu kami
tidak melihat sedikit pun ada awan di langit. Namun demi Dzat yang
jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh beliau tidak menurunkan kedua
tangannya kecuali gumpalan awan telah datang membumbung tinggi laksana
pegunungan. Dan beliau belum turun dari mimbar hingga akhirnya aku
melihat hujan turun membasahi jenggot beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Pada hari itu, esok hari dan lusa kami terus-terusan mendapatkan
guyuran hujan dan hari-hari berikutnya hingga hari Jum’at berikutnya.
Pada Jum’at berikut itulah orang Arab badui tersebut, atau orang yang
lain berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, banyak bangunan yang
roboh, harta benda tenggelam dan hanyut, maka berdoalah kepada Allah
untuk kami.” Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangannya dan berdoa,
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا
“‘Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeliling kami dan jangan sampai menimbulkan kerusakan kepada kami.’
Belum lagi beliau memberikan isyarat dengan tangannya kepada gumpalan
awan, melainkan awan tersebut hilang seketika. Saat itu kota Madinah
menjadi seperti danau dan aliran-aliran air, Madinah juga tidak
mendapatkan sinar matahari selama satu bulan. Dan tidak seorang pun yang
datang dari segala pelosok kota kecuali akan menceritakan tentang
terjadinya hujan yang lebat tersebut.”(HR. al-Bukhari).
2. Tiga Orang yang Terperangkap di Dalam Gua
Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian, ketika
mereka sedang bepergian turun hujan lalu ketiganya masuk ke dalam gua,
namun kemudian gua itu (pintunya) menutup mereka. Maka salah satu di
antara mereka berkata kepada yang lainnya; “Demi Allah, wahai kawan,
tidak akan ada yang dapat menolong kalian kecuali kejujuran (kebajikan).
Lalu masing-masing dari mereka berdoa dengan sesuatu yang mereka
ketahui sebagai suatu kebajikan.
Salah
seorang di antara mereka berkata; “Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui
bahwa aku pernah punya seorang pekerja, dengan upah satu faraq (tiga sha’)
berupa beras lalu dia pergi dan meninggalkan upahnya. Kemudian dari
beras itu aku jadikan benih dan aku tanam sehingga berkembang lalu dari
hasilnya itu aku belikan seekor sapi. Suatu hari dia datang dan meminta
upahnya yang dulu lalu aku katakan kepadanya; “Lihatlah sapi itu. Itulah
upahmu yang satu faraq itu ambil dan giringlah pulang”. Orang itu
berkata; “Yang menjadi hakku hanyalah satu faraq beras”. Aku katakan
kepadanya; “Ambillah sapi itu karena dia hasil yang aku kembangkan dari
upah berasmu.
”
Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui apa yang aku kerjakan itu semata
karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami.” Lalu pintu
gua itu terbuka sedikit. Lalu orang yang lain berkata; “Ya Allah,
sungguh Engkau telah mengetahui bahwa aku memiliki dua orangtua yang
sudah renta. Dan setiap malam aku membawakan untuk keduanya susu dari
kambing milikku. Pada suatu malam, aku terlambat mendatangi keduanya
sehingga ketika aku datang keduanya sudah tertidur sementara keluargaku
dan anak-anakku menangis karena kelaparan sedangkan aku tidak akan
memberi minum kepada mereka sebelum kedua orangtuaku dan aku enggan
untuk membangunkan keduanya dan aku juga enggan meninggalkan keduanya
dengan meminum jatah susu keduanya.
Dan aku terus menunggu dalam keadaan seperti itu hingga terbit fajar.
Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui apa yang aku kerjakan itu semata
karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami”. Lalu pintu
gua itu kembali terbuka sedikit hingga mereka dapat melihat langit.
Kemudian orang yang ketiga berkata; “Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui
bahwa aku mempunyai keponakan wanita yang merupakan manusia yang paling
aku cintai, dan aku pernah menginginkan dirinya untukku namun dia
menolak kecuali bila aku dapat memberinya uang sebanyak seratus dinar.
Maka
aku bekerja dan berhasil mengumpulkan uang tersebut. Lalu aku temui dia
dan aku berikan uang tersebut dan dia mempersilakan dirinya untukku
namun ketika aku sudah berada di antara kedua kakinya dia berkata;
“Bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kamu renggut keperawanan
kecuali dengan haq”. Lalu aku berdiri lalu pergi meninggalkan uang
seratus dinar tersebut. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui apa yang
aku kerjakan itu semata karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah
untuk kami”.”Lalu Allah membukakan gua itu untuk mereka lalu mereka
keluar.” (HR. al-Bukhari).
3. Kematian Abu Salamah
Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah,
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
“‘Sesungguhnya
kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ya Allah,
berilah kami pahala karena musibah ini dan gantikanlah bagiku dengan
yang lebih baik daripadanya).’ melainkan Allah akan mengganti baginya
dengan yang lebih baik.” Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah
telah meninggal, saya bertanya, “Orang muslim manakah yang lebih baik
daripada Abu Salamah? Dia adalah orang-orang yang pertama-tama hijrah
kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian aku pun mengucapkan doa tersebut. Lalu Allah pun menggantikannya bagiku Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ummu Salamah mengisahkan; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Hatib bin Abu Balta’ah melamarku untuk beliau sendiri.
Lalu saya pun menjawab, “Bagaimana mungkin, aku telah mempunyai seorang
anak wanita, dan aku sendiri adalah seorang pencemburu.” Selanjutnya
beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab, “Adapun
anaknya, maka kita doakan semoga Allah mencukupkan kebutuhannya, dan aku
mendoakan pula semoga Allah menghilangkan rasa cemburunya itu.” (HR.
Muslim).
4. Doa Nabi Untuk Anas bin Malik
Anas (bin Malik) berkata, “Pada suatu hari aku bersama ibuku datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ibuku menyelimutiku dengan separuh kerudungnya dan separuh lagi untuk
menyelendangi saya. Ibuku berkata, ‘Ya Rasulullah, inilah Unais
(panggilan Anas ketika masih kecil), putra saya. Saya ajak ia kemari
agar kelak membantu engkau. OIeh karena itu, doakanlah untuknya!
Kemudian Rasulullah berdoa untuk Anas,
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya!”
Di kemudian hari Anas berkata; Demi Allah, harta saya sekarang sungguh
banyak sekali, anak dan cucu saya kini telah mencapai seratus orang
lebih.” (HR. Muslim).
Di antara pelajaran yang bisa diambil dari empat kisah di atas, adalah :
- Doa itu bermanfaat bagi pelakunya maupun orang yang didoakan, bahkan lingkungan di sekitarnya.
- Boleh meminta doa kepada orang shalih yang masih hidup agar diberi kemaslahatan.
- Disyariatkan bertawasul dengan amal shalih ketika berdoa.
- Salah satu sebab terkabulnya doa adalah dengan bertawasul dengan amal shalih.
- Disyariatkan berdoa memohon pahala atas musibah yang menimpa dan meminta ganti dengan yang lebih baik.
- Diperbolehkan berdoa agar dikarunia- kan harta dan anak yang banyak.
- Hendaknya seseorang tidak berputus asa dari rahmat Allah dengan terus berdoa kepada Allah dan tidak merasa bosan melakukannya.
Masih
banyak kisah nyata lain yang menunjukkan keajaiban sebuah doa. Namun,
hanya empat kisah yang bisa kami sebutkan. Semoga Allah Ta'ala
memberikan taufik kepada kita agar dimudahkan dalam beribadah kepada-Nya
melalui doa-doa dan tidak merasa bosan melakukannya. Amien. Wallahu a’lam. (Redaksi)
[Sumber: Diambil dari berbagai sumber]
Jumat, 16 Mei 2014
kumpulan cerpen
KADO TERAKHIR UNTUK SAHABAT
Karya Nurul Alma Febriyanti
Lima hari sebelum kawanku pindah jauh disana. Selepas makan siang, aku langsung kembali beranjak ketempat aku bermain dengan sahabatku.
“hei, kemana saja kamu? Daritadi aku nungguin” Tanya sahabatku yang bernama Alvi. “tadi aku makan siang dulu” jawabku sambil menahan perut yang penuh dengan makan siang “ah ya sudah, ayo kita lanjutkan saja mainnya” sahut Alvi. Tidak lama saat aku & Alvi sedang asyik bermain congklak, Rafid adiknya Alvi datang menghampiri kami berdua.
“kak, aku pengen bilang” kata Rafid “bilang apa?” sahut Alvi penasaran “kata bapak, sebentar lagi kita pindahan” jawab Rafid “hah? Pindah kemana?” tanyaku memotong pembicaraan mereka “ke Bengkulu” jawab Rafid dengan singkatnya “ya udah kak, ayo disuruh pulang sama ibu buat makan siang dulu” ajak Rafid ke Alvi “iya deh.. ehm.. Alma, aku pulang dulu ya aku mau makan siang” ujar Alvi “eh, iya deh aku juga mau pulang kalau gitu” sahutku tak mau kalah.
Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar & entah kenapa perkataan Rafid yang belum pasti tersebut, terlintas kembali ke pikiranku. “Andai perkataan tersebut benar, tak terbayang bagaimana perasaanku nanti” ujarku pada cermin yang menatapku datar “sudahlah daripada aku memikirkan yang belum pasti lebih baik aku mendengarkan musik saja” ujarku kembali sambil beranjak mengambil mp3. Tak lama kemudian aku mendengar sebuah pembicaraan, yang aku tau suaranya sudah tak asing lagi bagiku yaitu orang tuaku & orang tua Alvi sahabatku. Aku mencoba mendekati pintu kamar untuk mendengarkan pembicaraan itu. Tak lama tanganku keringat dingin, aku sudah mendapatkan inti pembicaraan ternyata benar apa yang dikatakan Rafid pada Alvi tadi siang bahwa mereka akan pindah kurang lebih sebulan lagi.
Lemas sudah tubuhku setelah mendengar kabar itu, tiba-tiba ibu mengetuk kamarku & mengagetkanku yang sedang bingung itu. *Tok3X… “Alma, kamu mengunci pintu kamarmu ya” Tanya ibu sambil mencoba membuka pintu “enggak kok” jawabku dengan lemasnya “kamu kenapa.. ayoo buka kamarmu!!” teriak ibu “iya.. sebentar” sahutku sambil membuka pintu.
“ngapain kamu mengunci kamar?” Tanya ibu.
“gak knapa2… tadi aku memang lg duduk didepan pintu” jawabku sambil menoleh keruang tamu yang berhadapan dengan kamar tidurku.
“ya sudah, tadi orang tuanya Alvi bilang kalau mereka ingin pindah bulan depan”
“iya, aku sudah tau” sahutku kembali ke kamar tidur.
“oh kamu tidak sedih kan?” Tanya ibu yang menghampiriku.
“…” tak kujawab pertanyaan ibu.
“hm.. sudahlah tak usah dibahas dulu.. sana tidur siang dulu biar nanti malam bisa mengerjakan PR” ujar ibu sembari mengelus elus rambutku.
“iya…” jawabku singkat.
Esoknya tepat dihari Minggu, matahari pagi menyambutku. Suara ayam berkokok dan jam beker menjadi satu. Tetapi, aku tetap saja masih ingin ditempat tidur. Sampai sampai ibuku memaksaku untyk tidak bermalas malasan.
“Alma, ayoo bangun.. perempuan gak baik bangun kesiangan” ujar ibu sambil melipat selimutku. “sebentar dulu lah.. aku masih ngantuk” sahutku sambil menarik selimut ditangan ibu. “itu Alvi ngajak kamu main.. ayoo bangun!!” ujar ibu kembali sambil mengeleng gelengkan kepala. “oh oke oke” sahutku semangat karena ingat bahwa Alvi akan pindah sebulan lagi. Lalu, aku langsung beranjak dan segera lari keluar kamar tidur untuk mandi & sarapan. Setelah itu Alvi tiba-tiba menghampiri rumahku
“Assalamualaikum, Alma!!” panggil Alvi dari depan rumah.
“walaikumsallam, iya!!” sahut ibuku yang beranjak keluar rumah.
“oh ibunya Alma, ada Alma nya gak?” Tanya Alvi.
“Alma nya lagi sarapan, sebentar ya tunggu dulu aja. Sini masuk” jawab ibuku.
“iya, terimakasih” sahut Alvi.
Ketika aku sedang asyik asyiknya sarapan, Alvi mengagetkanku.
“Alma, makan terus kau ini” ujar Alvi sambil tertawa. “yee, ngagetin saja kamu ini. Aku laper tau” sahutku sambil melanjutkan sarapan. “kok gak bagi-bagi aku sih” Tanya Alvi sambil menyengir kuda. “kamu mau, nih aku ambilin ya” jawabku sambil mengambil piring. “hahaha.. tidak, aku sudah makan, kau saja sana gendut” sahut Alvi sambil tertawa terbahak bahak. “ ya sudah” jawabku kembali sambil membuang muka. Tak berapa lama kemudian, sarapanku habis lalu Alvi mengajakku bermain games.
“sudah kan, ayoo main sekarang” ajak Alvi semangat.
“aduh, sebentar dong. Perutku penuh sekali ini” sahutku lemas karena kebanyakan makan.
“ah ayolah, makanya jangan makan banyak-banyak. Kalau gitu kapan mau dietnya” ujar Alvi menyindirku.
“ya sudah ya sudah.. ayoo mau main apa?” ajakku masih malas.
“Vietcong yuk tempur tempuran” jawab Alvi semangat seperti pahlawan jaman dulu.
“hah, okedeh” sahutku sambil menyalakan laptop milik ayah.
Kemudian, aku dan Alvi bermain games kesukaan kami berdua. Kami bermain bergantian, besar besaran skor, dll tidak berapa lama ibunya Alvi memanggilnya untuk pulang. “Assalamualaikum, ada Alvinya gak?” Tanya ibunya Alvi sambil tersenyum denganku. “ada-ada.. Alvi! ibumu mencarimu” kataku kepada Alvi yang sedang asyik bermain. “iya.. sebentar lagi, emangnya kenapa?” Tanya Alvi. “aku tidak tau, sana kamu pulang dulu. Kasian ibumu” ujarku sambil mematikan permainan. “huh… iya iya” sahut Alvi beranjak pulang kerumahnya.
Tak berapa lama, Alvi mengagetkanku saat aku sedang asyik melanjutkan permainan yang sedang aku mainkan. “Alma!!” panggil Alvi sambil menepuk pundakku. “Apa??” jawabku kaget. “aku pengen bilang sesuatu nih, hentikan dulu mainannya” ujar Alvi. “iya!!” jawabku agak kesal. “jadi gini.. dengarkan ya… ternyata aku akan pindah 3 hari lagi” cerita Alvi. “hah? Kok dipercepat??” sahutku memotong pembicaraan Alvi. “aku juga tidak tau, kau sudah memotong pembicaraanku saja. Sudah ya aku harus pulang ini.. bye!” ujar Alvi beranjak keluar rumah. “tunggu!! Kau serius??” tanyaku dengan penuh ketidak percayaan. “serius.. dua rius malahan” jawab Alvi sambil memakai sandal. “oh ok.. bye!!” sahutku kembali. Setelah Alvi pulang kerumahnya, aku langsung lari masuk kedalam kamar & mengunci diri. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan sedangkan sahabatku sendiri ingin pindahan. Terlintas dipikiranku untuk memberikan Alvi sahabatku sebuah kado yang mungkin isinya bisa membuat Alvi mengingat persahabatan antara kita selamanya walaupun sampai akhir hayat nanti kita tak akan dipertemukan lagi. Ku ambil buku diary & kutuliskan cerita-cerita persahabatanku dengan Alvi. Tak lama kemudian , terpikirkan suatu hadiah yang akan kukasih dihari dia pindahan nanti lalu, aku ambil uang simpanan yang kusimpan didompetku & ku piker-pikir uangnya cukup untuk membelikan hadiah untuk Alvi.
Besoknya sehabis pulang sekolah, aku langsung berlari ke toko sepatu dekat rumahku. Ku lihat-lihat sepatu yang cukup menarik perhatianku, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang menghampiriku.
“hai nak, kamu mencari sepatu apa?” Tanya seorang bapak yang menurutku adalah pemilik took sepatu tersebut.
“i..iya pak, maaf ada sepatu futsal tidak?” tanyaku sambil celingak celinguk kesegala rak sepatu.
“oh, ada kok banyak.. untuk apa? Kok perempuan nyari sepatu futsal?” Tanya pemilik sepatu itu sambil tertawa melihatku yang masih polos.
“bukan untukku pak, tapi untuk sahabatku” jawabku dengan polosnya.
“teman yang baik ya, memangnya temanmu mau ulang tahun?” Tanya pemilik toko itu. Entah kapan pemilik toko itu berhenti bertanyaku.
“iya” jawabku berbohong karena tak mau ditanya-tanya lagi.
“ok, sebentar ya. Bapak ambilkan dulu sepatu yang bagus untuk sahabatmu” ujar pemilik toko sepatu itu sambil berjalan ke sebuah rak sepatu.
“sip, pak” sahutku.
Tak lama, si pemilik toko sepatu itu kembali sambil membawa sepasang sepatu futsal.
“ini nak!!” kata pemilik toko sepatu itu.
“wah bagus sekali, berapa pak harganya?” tanyaku sambil melihat lihat sepatu yang dibawa oleh si pemilik toko itu.
“bapak kasih murah nak untukmu.. ini aslinya Rp. 60.000 jadi kamu bayar Rp.20.000 saja nak” jawab si pemilik toko itu sambil tersenyum.
“terima kasih banyak pak, ini uangnya” sahutku.
“iya nak, sama-sama” ujar sipemilik toko tersebut.
Setelah itu, aku kembali kerumah & mulai membungkus kado untuk Alvi. Mungkin ini hadiahya tidak seberapa, kutuliskan juga surat untuk Alvi.
Malamnya aku masih memikirkan betapa sedihnya perasaanku nanti jika sahabatku pindah pasti tidak bisa bermain bersama lagi seketika air mataku menetes & tiba-tiba ibu mengetuk pintuku. “Alma, ayo kerjakan dulu PRmu nanti kemalaman” ujar Ibu dari depan pintu kamar tidurku. “i..iya” sahutku sambil mengelap tetesan air mata yang membasahi buku yang sedang aku baca. Saat itu pikiranku masih campur aduk entah harus senang, sedih atau apa. Aku tidak bias konsen mengerjakan PR malam itu.
Besoknya disekolah, aku sering bengong sendiri sampai-sampai guruku bertanya kenapa aku seperti itu. Ku jawab saja dengan jawaban yang sangat singkat karena aku sedang memkikirkan bahwa besok lah dimana aku akan berpisah dengan sahabatku sendiri. Sepulang sekolah, aku langsung berlari memasuki kamar lagi, mengurung diri hingga malam. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku & kuintip lewat jendela kamar. Tak lama kemudian juga Ibu memanggilku untuk keluar kamar sebentar.
“Alma, ayoo keluar sebentar. Ada Alvi nih” ajak ibu sambil membuka pintu kamarku.
“iya…” jawabku beranjak keluar kamar.
“nah kamu sudah disini, jadi begini besok kan Alvi mau pindah ayoo berpamitan dulu” ujar ibuku.
“Alma!!” peluk ibunya Alvi kepadaku. “maafin tante sama Alvi beserta keluarga ya jika punya salah sama kamu, ini tante ada sesuatu buat kamu” kata ibunya Alvi sambil memberiku sekotak coklat.
“i..i..iya” sahutku tak bisa menahan perasaan & sejenak kuingat bahwa aku juga punya hadiah untuk Alvi.
“Alvi, ini ada hadiah buat kamu. Terima ya” ujarku mulai menangis.
“iya. Alma jangan nangis dong” jawab Alvi.
“aku..” sahutku semakin sedih.
“sudah kamu tidak usah sedih nanti suatu saat kalian bisa ketemu kembali kok, ibu yakin” kata ibu sambil menghapus air mataku.
“ya udah, Alma jangan nangis ya… oh iya ini tante kasih no telp. Tante biar nanti kalau Alma kangen sama Alvi bisa sms atau telepon ya” ujar ibunya Alvi sambil menghapus air matanya pula yang hendak menetes.
“iya..” jawabku sambil masih menangis.
Malam pun tiba, Alvi dan keluarganya pun berpamit & harus segera pulang. Aku pun kembali ke tempat tidur & mulai menangis. Ku gigit bantal yang ada didekatku tak tahan aku melihat hal tadi.
Esoknya, tepat dipagi hari. Suara mobil kijang mengagetkanku & bergegas aku keluar. Ku lihat Alvi & keluarganya sudah bersiap-siap untuk berangkat, tubuhku mulai lemas ibu pun mengagetkanku untuk segera bersiap siap sekolah. Sebenarnya aku ingin tidak sekolah dulu hari itu tapi bagaimana juga pendidikan yang utama. Aku bergegas kesekolah tapi sebelum itu, aku berpamitan dengan Alvi lagi.
“Alvi!!” panggilku dari jauh.
“Alma!!” jawabnya sambil mendekatiku.
“jaga dirimu baik baik disana ya kawan, semoga banyak teman-teman barumu disana & jangan lupakan aku” ujarku mulai meneteskan air mata.
“iya, kamu tenang. Kalau kamu sedih kepergianku ini tidak akan nyaman” sahutnya sambil memberiku tissue.
“iya… terima kasih” jawabku kembali sambil menghapus airmata dengan tissue yang diberikan oleh Alvi.
“oh iya Alma, thanks ya buat kadonya itu bagus banget… aku juga udah baca suratnya… terima kasih banyak ya… akan kujaga terus kado mu” ujar Alvi menatapku.
“iya.. sama-sama karena mungkin itu kado terakhirku untukmu kawan” sahutku sambil tersenyum tak menunjukkan kesedihan lagi.
“kau memang sahabat terbaikku selamanya” kata-kata terakhir Alvi yang ia ucapkan kepadaku. Disitulah aku berpisah & disitulah aku harus menempuh hidup baru, juga makna dari sebuah persahabatan tanpa menilai kekurangan seorang sahabat.
~Selesai~
Karya Nurul Alma Febriyanti
Lima hari sebelum kawanku pindah jauh disana. Selepas makan siang, aku langsung kembali beranjak ketempat aku bermain dengan sahabatku.
“hei, kemana saja kamu? Daritadi aku nungguin” Tanya sahabatku yang bernama Alvi. “tadi aku makan siang dulu” jawabku sambil menahan perut yang penuh dengan makan siang “ah ya sudah, ayo kita lanjutkan saja mainnya” sahut Alvi. Tidak lama saat aku & Alvi sedang asyik bermain congklak, Rafid adiknya Alvi datang menghampiri kami berdua.
“kak, aku pengen bilang” kata Rafid “bilang apa?” sahut Alvi penasaran “kata bapak, sebentar lagi kita pindahan” jawab Rafid “hah? Pindah kemana?” tanyaku memotong pembicaraan mereka “ke Bengkulu” jawab Rafid dengan singkatnya “ya udah kak, ayo disuruh pulang sama ibu buat makan siang dulu” ajak Rafid ke Alvi “iya deh.. ehm.. Alma, aku pulang dulu ya aku mau makan siang” ujar Alvi “eh, iya deh aku juga mau pulang kalau gitu” sahutku tak mau kalah.
Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar & entah kenapa perkataan Rafid yang belum pasti tersebut, terlintas kembali ke pikiranku. “Andai perkataan tersebut benar, tak terbayang bagaimana perasaanku nanti” ujarku pada cermin yang menatapku datar “sudahlah daripada aku memikirkan yang belum pasti lebih baik aku mendengarkan musik saja” ujarku kembali sambil beranjak mengambil mp3. Tak lama kemudian aku mendengar sebuah pembicaraan, yang aku tau suaranya sudah tak asing lagi bagiku yaitu orang tuaku & orang tua Alvi sahabatku. Aku mencoba mendekati pintu kamar untuk mendengarkan pembicaraan itu. Tak lama tanganku keringat dingin, aku sudah mendapatkan inti pembicaraan ternyata benar apa yang dikatakan Rafid pada Alvi tadi siang bahwa mereka akan pindah kurang lebih sebulan lagi.
Lemas sudah tubuhku setelah mendengar kabar itu, tiba-tiba ibu mengetuk kamarku & mengagetkanku yang sedang bingung itu. *Tok3X… “Alma, kamu mengunci pintu kamarmu ya” Tanya ibu sambil mencoba membuka pintu “enggak kok” jawabku dengan lemasnya “kamu kenapa.. ayoo buka kamarmu!!” teriak ibu “iya.. sebentar” sahutku sambil membuka pintu.
“ngapain kamu mengunci kamar?” Tanya ibu.
“gak knapa2… tadi aku memang lg duduk didepan pintu” jawabku sambil menoleh keruang tamu yang berhadapan dengan kamar tidurku.
“ya sudah, tadi orang tuanya Alvi bilang kalau mereka ingin pindah bulan depan”
“iya, aku sudah tau” sahutku kembali ke kamar tidur.
“oh kamu tidak sedih kan?” Tanya ibu yang menghampiriku.
“…” tak kujawab pertanyaan ibu.
“hm.. sudahlah tak usah dibahas dulu.. sana tidur siang dulu biar nanti malam bisa mengerjakan PR” ujar ibu sembari mengelus elus rambutku.
“iya…” jawabku singkat.
Esoknya tepat dihari Minggu, matahari pagi menyambutku. Suara ayam berkokok dan jam beker menjadi satu. Tetapi, aku tetap saja masih ingin ditempat tidur. Sampai sampai ibuku memaksaku untyk tidak bermalas malasan.
“Alma, ayoo bangun.. perempuan gak baik bangun kesiangan” ujar ibu sambil melipat selimutku. “sebentar dulu lah.. aku masih ngantuk” sahutku sambil menarik selimut ditangan ibu. “itu Alvi ngajak kamu main.. ayoo bangun!!” ujar ibu kembali sambil mengeleng gelengkan kepala. “oh oke oke” sahutku semangat karena ingat bahwa Alvi akan pindah sebulan lagi. Lalu, aku langsung beranjak dan segera lari keluar kamar tidur untuk mandi & sarapan. Setelah itu Alvi tiba-tiba menghampiri rumahku
“Assalamualaikum, Alma!!” panggil Alvi dari depan rumah.
“walaikumsallam, iya!!” sahut ibuku yang beranjak keluar rumah.
“oh ibunya Alma, ada Alma nya gak?” Tanya Alvi.
“Alma nya lagi sarapan, sebentar ya tunggu dulu aja. Sini masuk” jawab ibuku.
“iya, terimakasih” sahut Alvi.
Ketika aku sedang asyik asyiknya sarapan, Alvi mengagetkanku.
“Alma, makan terus kau ini” ujar Alvi sambil tertawa. “yee, ngagetin saja kamu ini. Aku laper tau” sahutku sambil melanjutkan sarapan. “kok gak bagi-bagi aku sih” Tanya Alvi sambil menyengir kuda. “kamu mau, nih aku ambilin ya” jawabku sambil mengambil piring. “hahaha.. tidak, aku sudah makan, kau saja sana gendut” sahut Alvi sambil tertawa terbahak bahak. “ ya sudah” jawabku kembali sambil membuang muka. Tak berapa lama kemudian, sarapanku habis lalu Alvi mengajakku bermain games.
“sudah kan, ayoo main sekarang” ajak Alvi semangat.
“aduh, sebentar dong. Perutku penuh sekali ini” sahutku lemas karena kebanyakan makan.
“ah ayolah, makanya jangan makan banyak-banyak. Kalau gitu kapan mau dietnya” ujar Alvi menyindirku.
“ya sudah ya sudah.. ayoo mau main apa?” ajakku masih malas.
“Vietcong yuk tempur tempuran” jawab Alvi semangat seperti pahlawan jaman dulu.
“hah, okedeh” sahutku sambil menyalakan laptop milik ayah.
Kemudian, aku dan Alvi bermain games kesukaan kami berdua. Kami bermain bergantian, besar besaran skor, dll tidak berapa lama ibunya Alvi memanggilnya untuk pulang. “Assalamualaikum, ada Alvinya gak?” Tanya ibunya Alvi sambil tersenyum denganku. “ada-ada.. Alvi! ibumu mencarimu” kataku kepada Alvi yang sedang asyik bermain. “iya.. sebentar lagi, emangnya kenapa?” Tanya Alvi. “aku tidak tau, sana kamu pulang dulu. Kasian ibumu” ujarku sambil mematikan permainan. “huh… iya iya” sahut Alvi beranjak pulang kerumahnya.
Tak berapa lama, Alvi mengagetkanku saat aku sedang asyik melanjutkan permainan yang sedang aku mainkan. “Alma!!” panggil Alvi sambil menepuk pundakku. “Apa??” jawabku kaget. “aku pengen bilang sesuatu nih, hentikan dulu mainannya” ujar Alvi. “iya!!” jawabku agak kesal. “jadi gini.. dengarkan ya… ternyata aku akan pindah 3 hari lagi” cerita Alvi. “hah? Kok dipercepat??” sahutku memotong pembicaraan Alvi. “aku juga tidak tau, kau sudah memotong pembicaraanku saja. Sudah ya aku harus pulang ini.. bye!” ujar Alvi beranjak keluar rumah. “tunggu!! Kau serius??” tanyaku dengan penuh ketidak percayaan. “serius.. dua rius malahan” jawab Alvi sambil memakai sandal. “oh ok.. bye!!” sahutku kembali. Setelah Alvi pulang kerumahnya, aku langsung lari masuk kedalam kamar & mengunci diri. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan sedangkan sahabatku sendiri ingin pindahan. Terlintas dipikiranku untuk memberikan Alvi sahabatku sebuah kado yang mungkin isinya bisa membuat Alvi mengingat persahabatan antara kita selamanya walaupun sampai akhir hayat nanti kita tak akan dipertemukan lagi. Ku ambil buku diary & kutuliskan cerita-cerita persahabatanku dengan Alvi. Tak lama kemudian , terpikirkan suatu hadiah yang akan kukasih dihari dia pindahan nanti lalu, aku ambil uang simpanan yang kusimpan didompetku & ku piker-pikir uangnya cukup untuk membelikan hadiah untuk Alvi.
Besoknya sehabis pulang sekolah, aku langsung berlari ke toko sepatu dekat rumahku. Ku lihat-lihat sepatu yang cukup menarik perhatianku, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang menghampiriku.
“hai nak, kamu mencari sepatu apa?” Tanya seorang bapak yang menurutku adalah pemilik took sepatu tersebut.
“i..iya pak, maaf ada sepatu futsal tidak?” tanyaku sambil celingak celinguk kesegala rak sepatu.
“oh, ada kok banyak.. untuk apa? Kok perempuan nyari sepatu futsal?” Tanya pemilik sepatu itu sambil tertawa melihatku yang masih polos.
“bukan untukku pak, tapi untuk sahabatku” jawabku dengan polosnya.
“teman yang baik ya, memangnya temanmu mau ulang tahun?” Tanya pemilik toko itu. Entah kapan pemilik toko itu berhenti bertanyaku.
“iya” jawabku berbohong karena tak mau ditanya-tanya lagi.
“ok, sebentar ya. Bapak ambilkan dulu sepatu yang bagus untuk sahabatmu” ujar pemilik toko sepatu itu sambil berjalan ke sebuah rak sepatu.
“sip, pak” sahutku.
Tak lama, si pemilik toko sepatu itu kembali sambil membawa sepasang sepatu futsal.
“ini nak!!” kata pemilik toko sepatu itu.
“wah bagus sekali, berapa pak harganya?” tanyaku sambil melihat lihat sepatu yang dibawa oleh si pemilik toko itu.
“bapak kasih murah nak untukmu.. ini aslinya Rp. 60.000 jadi kamu bayar Rp.20.000 saja nak” jawab si pemilik toko itu sambil tersenyum.
“terima kasih banyak pak, ini uangnya” sahutku.
“iya nak, sama-sama” ujar sipemilik toko tersebut.
Setelah itu, aku kembali kerumah & mulai membungkus kado untuk Alvi. Mungkin ini hadiahya tidak seberapa, kutuliskan juga surat untuk Alvi.
Malamnya aku masih memikirkan betapa sedihnya perasaanku nanti jika sahabatku pindah pasti tidak bisa bermain bersama lagi seketika air mataku menetes & tiba-tiba ibu mengetuk pintuku. “Alma, ayo kerjakan dulu PRmu nanti kemalaman” ujar Ibu dari depan pintu kamar tidurku. “i..iya” sahutku sambil mengelap tetesan air mata yang membasahi buku yang sedang aku baca. Saat itu pikiranku masih campur aduk entah harus senang, sedih atau apa. Aku tidak bias konsen mengerjakan PR malam itu.
Besoknya disekolah, aku sering bengong sendiri sampai-sampai guruku bertanya kenapa aku seperti itu. Ku jawab saja dengan jawaban yang sangat singkat karena aku sedang memkikirkan bahwa besok lah dimana aku akan berpisah dengan sahabatku sendiri. Sepulang sekolah, aku langsung berlari memasuki kamar lagi, mengurung diri hingga malam. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku & kuintip lewat jendela kamar. Tak lama kemudian juga Ibu memanggilku untuk keluar kamar sebentar.
“Alma, ayoo keluar sebentar. Ada Alvi nih” ajak ibu sambil membuka pintu kamarku.
“iya…” jawabku beranjak keluar kamar.
“nah kamu sudah disini, jadi begini besok kan Alvi mau pindah ayoo berpamitan dulu” ujar ibuku.
“Alma!!” peluk ibunya Alvi kepadaku. “maafin tante sama Alvi beserta keluarga ya jika punya salah sama kamu, ini tante ada sesuatu buat kamu” kata ibunya Alvi sambil memberiku sekotak coklat.
“i..i..iya” sahutku tak bisa menahan perasaan & sejenak kuingat bahwa aku juga punya hadiah untuk Alvi.
“Alvi, ini ada hadiah buat kamu. Terima ya” ujarku mulai menangis.
“iya. Alma jangan nangis dong” jawab Alvi.
“aku..” sahutku semakin sedih.
“sudah kamu tidak usah sedih nanti suatu saat kalian bisa ketemu kembali kok, ibu yakin” kata ibu sambil menghapus air mataku.
“ya udah, Alma jangan nangis ya… oh iya ini tante kasih no telp. Tante biar nanti kalau Alma kangen sama Alvi bisa sms atau telepon ya” ujar ibunya Alvi sambil menghapus air matanya pula yang hendak menetes.
“iya..” jawabku sambil masih menangis.
Malam pun tiba, Alvi dan keluarganya pun berpamit & harus segera pulang. Aku pun kembali ke tempat tidur & mulai menangis. Ku gigit bantal yang ada didekatku tak tahan aku melihat hal tadi.
Esoknya, tepat dipagi hari. Suara mobil kijang mengagetkanku & bergegas aku keluar. Ku lihat Alvi & keluarganya sudah bersiap-siap untuk berangkat, tubuhku mulai lemas ibu pun mengagetkanku untuk segera bersiap siap sekolah. Sebenarnya aku ingin tidak sekolah dulu hari itu tapi bagaimana juga pendidikan yang utama. Aku bergegas kesekolah tapi sebelum itu, aku berpamitan dengan Alvi lagi.
“Alvi!!” panggilku dari jauh.
“Alma!!” jawabnya sambil mendekatiku.
“jaga dirimu baik baik disana ya kawan, semoga banyak teman-teman barumu disana & jangan lupakan aku” ujarku mulai meneteskan air mata.
“iya, kamu tenang. Kalau kamu sedih kepergianku ini tidak akan nyaman” sahutnya sambil memberiku tissue.
“iya… terima kasih” jawabku kembali sambil menghapus airmata dengan tissue yang diberikan oleh Alvi.
“oh iya Alma, thanks ya buat kadonya itu bagus banget… aku juga udah baca suratnya… terima kasih banyak ya… akan kujaga terus kado mu” ujar Alvi menatapku.
“iya.. sama-sama karena mungkin itu kado terakhirku untukmu kawan” sahutku sambil tersenyum tak menunjukkan kesedihan lagi.
“kau memang sahabat terbaikku selamanya” kata-kata terakhir Alvi yang ia ucapkan kepadaku. Disitulah aku berpisah & disitulah aku harus menempuh hidup baru, juga makna dari sebuah persahabatan tanpa menilai kekurangan seorang sahabat.
~Selesai~
Langganan:
Postingan (Atom)
